Minggu, 27 November 2011

Pengalaman Unik Di Bioskop

                                 (photo courtesy from Google)
Masih ingat dengan 10 tipe penonton bioskop di film Janji Joni besutan Joko Anwar? Aku termasuk tipe penonton No. 10, tepatnya penonton perfectionist. Sejak kecil aku sudah terbiasa pergi menonton di bioskop, bahkan menurut cerita ortuku, ketika aku dalam kandungan, Ibuku sering menonton film India kesukaannya di bioskop. Jadi tidak heran kalau akhirnya aku tumbuh menjadi penggila film.

Menjadikan bioskop sebagai ”rumah kedua”, membuatku banyak menemukan pengalaman unik sekaligus lucu. Dan kali ini aku mau membaginya disini, check these out!

1.      Penonton Piknik
Makan cemilan di bioskop adalah hal lumrah yang kita temui di bioskop. Walaupun sebenarnya aku kurang suka kudapan di bioskop karena mengurangi kosentrasi menonton. Tapi bakal terlalu berlebihan kalau tiba – tiba tercium aroma Nasi Padang di dalam studio bioskop. Untung saja penonton yang membawa bekal makan malamnya tersebut tidak duduk di depan dan gelar tikar. Lebih parahnya, salah satu yang sedang makan berbisik kepada temannya, ”Sshh, air cuci tangannya mana?”. OMG sudahlah makan di dalam bioskop, lupa pula membawa sendok.

2.      If  You Are Happy and You Know It Clap Your Hand
Tidak jarang, kalau menonton film action, apabila pada suatu adegan sang hero bisa menyelamatkan dunia. Bakal banyak yang bertepuk tangan dengan hebatnya. Tepuk tangan memang tidak dilarang, tapi lebih baik dilakukan ketika film usai, karena film bukan konser musik atau tarian. Tepukan tangan yang riuh kadang sangat menganggu kalau dilakukan dipertengahan jalannya film.

3.      Penonton 3M (Malu Malu Mau)
Ketika menyaksikan sebuah film yang berkategori R di bioskop, ada sebuah pengalaman yang membuatku tersenyum geli. Lampu padam dan film berjalan sekitar lima menit. Tiba – tiba masuk segerombolan cewek remaja kedalam bioskop dengan malu – malu. Tentu saja mereka mengganggu para penonton yang sedang konsentrasi ke arah layar. Dan tepat lima menit sebelum film berakhir, mereka juga keluar dari bioskop beramai – ramai. Apakah mungkin mereka tidak mau ada yang mengetahui kalau baru saja menonton film untuk dewasa?

4.      Back Up Singer
Untuk membuang waktu dan juga rasa penasaran menonton film di kota kecil, ketika mengunjungi rumah saudara di Kisaran, Sumatera Utara, aku membeli tiket untuk menonton film India. Harga tiket yang termasuk lumayan murah saat itu, Rp. 300,- (harga tiket nonton di 21 saat itu Rp. 5.000,-). Wajar saja bioskop full house. Bukan hanya harga tiket saja yang menakjubkan, tapi ketika rol film sudah diputar dan setiap lagu didendangkan, hampir satu bioskop ikut bernyanyi, wow. Bayangkan sound bioskop yang sudah kencang kalah pamor dengan koor dadakan dari penonton. Aku heran, koq mereka bisa hafal? Apakah lagu tersebut sering diputar di radio atau karena harga tiket yang murah, jadi kita bisa sesering mungkin menonton di bioskop itu, apalagi biasanya satu film bisa bertahan sampai sebulan di bioskop tersebut.

5.      Dancing With The Soundtrack
Arisan adalah satu – satunya film yang aku nonton sampai delapan kali, saking sukanya, mengingat saat itu film Indonesia masih jarang tayang di bioskop dan Arisan menurutku film yang sangat heart warming. Setiap penonton yang terlambat masuk ke studio bioskop ketika film baru dimulai dan credit title di awal film dengan musik yang catching bergulir, pasti salah satu penonton yang telat bakal bergoyang, anehnya hal tersebut berulang setiap kali aku menonton Arisan, merasa dejavu jadinya.

6.      Pertunjukan Dalam Pertunjukan
Banyak penonton di dalam bioskop melakukan tontonan bagi penonton lainnya, what a shame, kenapa harus melakukan hal yang sifatnya privasi di ruangan bioskop. Memang suasana gelap gulita, pandangan penonton ke arah depan tetapi bukan berarti kita bisa melakukan sesuatu sesuka hati. Bioskop bukan tempat sepi, get a room!

7.      Penonton Tidur
Ketika itu siang bolong, sebelum film diputar, ada seorang yang sedang berbicara melalui ponselnya, ketika lampu dipadamkan, dia mengatakan kepada teman bicaranya, ”Sudah dulu ya, filmnya mau main, aku mau tidur.” Suaranya yang keras terdengar membuat penonton yang lain ketawa. Ya, dia membayar tiket bioskop untuk tidur, kenapa nggak pulang ke rumah saja yah? Wierd.

8.      Kongres
Aku paling suka nonton sendiri, karena biasanya kalau nonton bareng bakal berakhir jadi ngobrol bareng. Aku paling nggak suka dengan npenonton yang ngobrol di ruangan bioskop, apalagi yang spoiler menjelaskan sebuah adegan ke teman lainnya yang lelet, sangat mengganggu. Kalau mau nonton sambil ngobrol bareng mending dilakukan di rumah.

9.      Taman Kanak – Kanak
Paling menyebalkan kalau sudah menonton film animasi dan didalam bioskop banyak anak – anak, karena biasanya orang tuanya membiarkan mereka berkeliaran di dalam bioksop, kadang menggoyang – goyang kursi, berdiri di pinggir kursi sambil melihat kita. Aku suka sama anak kecil, tapi kalau sedang nonton, seharusnya orangtuanya memperhatikan anak mereka, bukan seeanknya tak peduli dengan penonton lainnya. Kalau sudah begini, siap sebenarnya yang bisa dibilang anak – anak?

10.  National Anthem
Terlambat masuk ke bioskop, bukan kebiasaanku, setidaknya lima belas menit sebelum film diputar aku sudah duduk manis di dalam studio. Aku suka melihat trailer film terbaru dan pastinya nggak mau ketinggalan melihat credit title di awal film. Sekarang aku tinggal di Manila, dan satu keunikan menonton film disini, sebelum trailer dimulai, biasanya akan dikumandangkan lagu kebangsaan Filipina, awalnya aku kaget, karena harus berdiri juga. Bagus sih tapi malas juga karena bukan lagu kebangsaan kita sendiri. Jadinya sejak saat itu aku mengatur waktu yang tepat untuk masuk ke ruangan bioskop.

Bagaimana dengan pengalaman teman – teman lainnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar